Friday, April 25, 2014

Uang Logam Indonesia

Sejak kemerdekaan kita, Indonesia telah mengeluarkan berbagai bentuk pecahan uang logam, ada yang terbuat dari nickel, kuningan, alumunium bahkan yang terbaru berbahan bimetal. Secara keseluruhan Indonesia memiliki 15 jenis pecahan dari yang terkecil yaitu 1 sen s/d yang terbesar 1000 rupiah.
Pecahan-pecahan tersebut adalah:
1. 1 sen
2. 5 sen
3. 10 sen
4. 25 sen
5. 50 sen (2 jenis)
6. 1 rupiah
7. 2 rupiah
8. 5 rupiah (3 jenis)
9. 10 rupiah (3 jenis)
10. 25 rupiah (2 jenis)
11. 50 rupiah (3 jenis)
12. 100 rupiah (4 jenis)
13. 200 rupiah
14. 500 rupiah (2 jenis)
15. 1000 rupiah ( 2 jenis)


Uang logam Indonesia belum termasuk Rp.1000 emisi 2010 sehingga total ada 28 jenis

Dari ke 28 jenis pecahan tersebut termasuk satu lagi yang baru saja diedarkan yaitu Rp.1000 emisi 2010, terdapat lebih banyak lagi variasi emisi tahun, total semuanya terdapat 79 variasi emisi. Untuk mengumpulkan semuanya tidaklah mudah. Ada emisi-emisi tertentu yang sangat sukar ditemukan baik dalam kondisi biasa apalagi dalam kondisi UNC.


PECAHAN 1 SEN

Merupakan uang logam dengan pecahan terkecil yang pernah dikeluarkan oleh pemerintah Indonesia, berbahan alumunium dan bertahun 1952. Harga menurut katalog untuk kondisi UNC sekitar Rp. 10.000,- perkeping



Pecahan 1 sen 1952



PECAHAN 5 SEN

Juga terbuat dari alumunium dan mempunyai 2 variasi emisi yaitu 1951 dan 1954, harga Rp. 5000 perkeping UNC.




Pecahan 5 sen emisi 1951 dan 1954




PECAHAN 10 SEN


Terbuat dari alumunium, mempunyai 3 variasi emisi yaitu 1951, 1954 dan 1957. Harga ketiga variasi ini sekitar Rp. 5000 perkeping UNC.



Pecahan 10 sen variasi emisi lengkap, 1951, 1954 dan 1957



PECAHAN 25 SEN

Berbahan alumunium dan mempunyai 3 variasi emisi: 1952, 1955 dan 1957. Harga sekitar Rp. 5000 perkeping UNC.





Pecahan 25 sen variasi emisi lengkap



PECAHAN 50 SEN

Terdapat 2 jenis pecahan 50 sen yang pernah dikeluarkan oleh Indonesia yaitu:

1. PECAHAN 50 SEN DIPONEGORO

Terdiri dari 4 variasi emisi yaitu 1952, 1954, 1955 dan 1957, emisi 1954 adalah yang terlangka dan bernilai sekitar Rp. 50.000 perkeping, sedangkan yang lainnya sekitar Rp. 5000.


Pecahan 50 sen Diponegoro variasi emisi lengkap


2. PECAHAN 50 SEN ALUMUNIUM

Mempunyai 3 variasi emisi, 1958, 1959 dan 1961, Harga ketiga variasi kurang lebih sama yaitu Rp. 5000 perkeping UNC.


Pecahan 50 sen variasi emisi lengkap



PECAHAN 1 RUPIAH


Hanya ada satu macam saja, yaitu emisi 1970 dan terbuat dari alumunium. Harga hanya beberapa ribu rupiah saja perkepingnya.


Pecahan 1 rupiah 1970



PECAHAN 2 RUPIAH

Juga hanya ada satu macam, terbuat dari alumunium emisi 1970, harga sekitar Rp. 2000 perkeping.


Pecahan 2 rupiah 1970


PECAHAN 5 RUPIAH


1. PECAHAN 5 RUPIAH BURUNG

Terbuat dari alumunium bertahun 1970, harga menurut katalog sekitar Rp. 8000 perkeping UNC.


Pecahan 5 rupiah 1970





2. PECAHAN 5 RUPIAH KELUARGA BERENCANA (KB)


Disebut juga sebagai 5 rupiah KB (besar), bertahun 1974, harga sekitar Rp. 3.000 perkeping.


Pecahan 5 rupiah 1974 KB (besar)


Emisi berikutnya mempunyai bentuk lebih kecil sehingga sering disebut sebagai KB (kecil), terbuat dari alumunium dan bertahun 1979, 1995 dan 1996, kedua emisi terakhir lebih langka sehingga bernilai jual sedikit lebih tinggi yaitu sekitar Rp. 6.000,- untuk kondisi UNC.


Pecahan 5 rupiah KB (kecil) variasi emisi lengkap


PECAHAN 10 RUPIAH


1. PECAHAN 10 RUPIAH NICKEL

Hanya terdiri satu emisi yaitu tahun 1971, harga jual sekitar Rp. 4000 - Rp. 5000 perkeping.


Pecahan 10 rupiah 1971


2. PECAHAN 10 RUPIAH KUNINGAN

Bergambar Tabanas dan hanya terdiri dari satu emisi yaitu 1974, harga sekitar Rp. 5000.


Pecahan 10 rupiah 1974


3. PECAHAN 10 RUPIAH ALUMUNIUM

Juga bergambar Tabanas dan bertahun 1979, harga juga sekitar Rp. 5.000 perkeping.


Pecahan 10 rupiah 1979



PECAHAN 25 RUPIAH


1. PECAHAN 25 RUPIAH NICKEL

Bergambar burung dan bertahun 1971, harga Rp. 5000 perkeping.


Pecahan 25 rupiah 1971


2. PECAHAN 25 RUPIAH ALUMUNIUM

Bergambar buah pala dan mempunyai 6 tahun variasi emisi yaitu 1991, 1992, 1993, 1994, 1995 dan 1996. Yang tersulit adalah emisi 1993. Harga jual sekitar Rp. 1000 perkeping.


Pecahan 25 rupiah variasi emisi lengkap




PECAHAN 50 RUPIAH

1. PECAHAN 50 RUPIAH NICKEL

Bergambar burung cendrawasih, terbuat dari nickel dan hanya terdiri dari satu emisi yaitu 1971, bernilai jual sekitar Rp. 5000 perkeping.


Pecahan 50 rupiah 1971


2. PECAHAN 50 RUPIAH KUNINGAN

Bergambar komodo, terbuat dari kuningan dan terdiri dari 8 variasi emisi 1991, 1992, 1993, 1994, 1995, 1996 dan 1998. Emisi tersulit adalah 1997. Uang logam ini masih dipergunakan sebagai alat pembayaran yang sah.


Pecahan 50 rupiah kuningan emisi lengkap

3. PECAHAN 50 RUPIAH ALUMUNIUM

Bergambar burung Kepodang, terbuat dari alumunium dan terdiri dari 3 emisi yaitu 1999, 2001 dan 2002.


Pecahan 50 rupiah alumunium variasi emisi lengkap


PECAHAN 100 RUPIAH



Sejak tahun 1973 Bank Indonesia telah mengeluarkan berbagai macam pecahan 100 rupiah, dimulai dengan pecahan 100 rupiah berbahan nickel dan berukuran besar dengan gambar rumah gadang (sering disebut sebagai 100 tebal), lalu digantikan pecahan yang lebih tipis (100 tipis) sampai yang terakhir terbuat dari bahan aluminium.





1. PECAHAN 100 RUPIAH NICKEL (TEBAL)

Terbuat dari nickel, hanya terdapat satu variasi saja yaitu tahun 1973, harga berkisar dari Rp. 1000 s/d Rp. 10.000 perkeping tergantung kualitasnya.


Pecahan 100 rupiah 1973 tebal


2. PECAHAN 100 RUPIAH NICKEL (TIPIS)

Lebih tipis dibandingkan pendahulunya, juga terbuat dari nickel, emisi 1978, harga lebih murah sedikit bila dibandingkan dengan yang tebal.


Pecahan 100 rupiah 1978 tipis




3. PECAHAN 100 RUPIAH KUNINGAN

Bergambar karapan sapi dan terdapat 8 tahun emisi yaitu 1991, 1992, 1993, 1994, 1995, 1996, 1997 dan 1998. Masih relatif mudah ditemukan.


Pecahan 100 kuningan


Pecahan 100 rupiah kuningan variasi emisi lengkap 1991 s/d 1998


4. PECAHAN 100 RUPIAH ALUMUNIUM

Bergambar burung Kakatua Raja, dan memiliki 7 tahun emisi,
yaitu 1999, 2000, 2001, 2002, 2003, 2004 dan 2005. Masih berlaku sebagai alat pembayaran yang sah.



Pecahan 100 rupiah aluminium


Pecahan 100 rupiah variasi emisi lengkap 1999 s/d 2005


PECAHAN 200 RUPIAH


Terbuat dari alumunium, bergambar Jalak Bali dan hanya terdiri dari satu emisi yaitu tahun 2003. Juga masih dipergunakan sebagai alat pembayaran.


Pecahan 200 rupiah alumunium emisi 2003

PECAHAN 500 RUPIAH

1. PECAHAN 500 RUPIAH KUNINGAN

Terbuat dari bahan kuningan (aluminium-perunggu) dengan gambar bunga melati dan angka Rp.500 kecil di bagian bawah.


Pecahan 500 rupiah kuningan variasi emisi 1991 dan 1992

Emisi-emisi tahun berikutnya mempunyai gambar muka yang berbeda, bunga melatinya menjadi kecil dan angka 500 rupiahnya menjadi besar


Pecahan 500 rupiah kuningan variasi emisi 1997, 2000, 2001, 2002, 2003


2. PECAHAN 500 RUPIAH ALUMUNIUM

Bergambar bunga melati dan Garuda Pancasila beserta tahun emisi yaitu 2003.


Pecahan 500 rupiah alumunium emisi 2003




PECAHAN 1000 RUPIAH BIMETAL


Terbuat dari 2 macam logam (metal) sehingga di sebut bimetal. Bagian cincin terbuat dari campuran copper-nickel (tembaga-nikel) dan bagian tengah dari bahan brass (kuningan).

Satu sisi bergambar kelapa sawit dan sisi lainnya bergambar Garuda Pancasila dengan tahun penerbitan. Terdapat 6 tahun emisi yaitu 1993, 1994, 1995, 1996, 1997 dan 2000



Pecahan 1000 rupiah bimetal variasi emisi lengkap



PECAHAN 1000 RUPIAH
 (BARU)
Pada bulan Juli 2010, Bank Indonesia mengeluarkan pecahan 1000 rupiah baru berbahan Nickel Plated Steel (NPS). Mari kita lihat bentuknya




1000 Rupiah yang diedarkan mulai Juli 2010


Uang-uang logam ini merupakan uang logam yang dipergunakan sebagai alat pembayaran yang sah, tetapi selain uang-uang tersebut di atas, Bank Indonesia juga mengeluarkan uang-uang logam yang terbuat dari perak dan emas dengan pecahan yang beragam seperti 250 rupiah, 750 rupiah, 2000 rupiah, 5000 rupiah, 10000 rupiah, bahkan ada yang 850 ribu rupiah. Uang logam jenis ini merupakan uang logam peringatan, dikeluarkan dalam jumlah amat terbatas dan mempunyai nilai koleksi yang sangat tinggi. Kita akan membahas uang-uang logam edisi khusus ini dilain kesempatan.


Ada sebagian kolektor yang gemar mengumpulkan uang logam yang dalam kondisi masih terbungkus (rol) asli keluaran Bank Indonesia. Semua uang yang terbungkus ini sudah barang tentu berkondisi UNC dan bernilai jual jauh lebih tinggi daripada yang sudah terbuka. Saya lampirkan beberapa diantaranya. Adakah diantara para pembaca yang bisa menduga rol yang berwarna hijau muda dengan 2 garis putih di masing2 ujungnya (di bagian kiri bawah gambar) berisi jenis uang logam yang mana?


Jawaban : Rp.25 (1971)


Saran dan kritik hubungi :
arifindr@gmail.com atau 08159988188

NETHERLANDS NIEW GUINEA 1954


Setelah pasukan sekutu di bawah pimpinan Jendral Douglas McArthur berhasil mengalahkan tentara Jepang di tanah Papua, maka pada tanggal 22 April 1944 administrasi pemerintahan Netherlands Niew Guinea langsung diserahkan oleh sekutu kepada Kerajaan Belanda. Pusat pemerintahanpun dipindahkan dari Manokwari ke Hollandia (Jayapura). Waktu itu bagian lain dari Netherlands East Indies masih berada di bawah kekuasaan tentara Jepang.  



Pemerintah Netherlands Niew Guinea menerbitkan uang kertas khusus yang berlaku di daerah tersebut dan terdiri dari 2 seri :

1. Seri tahun 1950 

Seri yang terdiri dari pecahan 1, 2-1/2, 5, 10, 25, 100 dan 500 Gulden ini akan dibahas pada kesempatan lain.

2. Seri tahun 1954
Seperti seri sebelumnya, seri 1954 juga terdiri dari 7 pecahan.
Semua seri 1954 memiliki tanggal penerbitan yang sama yaitu 8 Desember 1954. Nomor seri terdiri dari 2 huruf dan 6 angka dan bertanda air (watermark) serupa yaitu berupa spiral berbentuk kotak (square spiral  pattern) yang tersebar diseluruh permukaan kertas.












Pecahan 1, 2-1/2 dan 5 Gulden
3 pecahan terkecil yaitu 1, 2-1/2 dan 5 Gulden bergambar sama yaitu burung Cendrawasih di bagian kiri dan Ratu Juliana di bagian kanan. Sisi belakang bergambar vignete yang menyerupai ukiran khas Papua. Ukuran ketiga pecahan ini juga serupa yaitu 130 x 60 mm.
Nomor seri : 
1 Gulden dimulai dengan huruf A, B dan C
2 1/2 Gulden dimulai dengan huruf E
5 Gulden dimulai dengan huruf H

 



Pecahan 10 dan 25 Gulden
2 pecahan berikutnya yaitu 10 dan 25 Gulden bergambar burung Dara Mahkota dan Ratu Juliana. Bagian belakang bergambar burung Hantu yang sedang melebarkan sayap. Ukuran kedua pecahan ini lebih besar yaitu 150 x 70 mm.
10 Gulden memiliki prefix yang dimulai dengan huruf K sedangkan 25 Gulden dimulai dengan huruf L







Pecahan 100 dan 500 Gulden
2 pecahan terbesar yaitu 100 dan 500 Gulden bergambar burung Kasuari dan Ratu Juliana, bagian belakang serupa dengan pecahan 10 dan 25 Gulden. Ukuran uang juga sama yaitu 150 x 70 mm.
Pecahan 100 Gulden memiliki prefix yang dimulai dengan huruf M. Sedangkan untuk pecahan 500 Gulden dimulai dengan huruf N.





VARIASI
Selain versi beredar yang sangat sulit ditemukan (terutama untuk 3 pecahan terbesar), seri ini juga dapat ditemukan dalam versi SPECIMEN. Semua pecahan versi ini memiliki stempel SPECIMEN berwarna merah yang melintang dikedua sisi dan memiliki nomor seri yang sama yaitu XZ 012345 - XZ 067890. Mari kita lihat bentuknya.


PECAHAN 1 GULDEN SPECIMEN


PECAHAN 2 1/2 GULDEN SPECIMEN


PECAHAN 5 GULDEN SPECIMEN


PECAHAN 10 GULDEN SPECIMEN


PECAHAN 25 GULDEN SPECIMEN


PECAHAN 100 GULDEN SPECIMEN


PECAHAN 500 GULDEN SPECIMEN


Setelah Netherlands Niew Guinea menjadi bagian dari Republik Indonesia pada tanggal 1 Mei 1963 maka seri NNG 1954 digantikan dengan pecahan Irian Barat Rupiah dengan kurs 1 Netherlands Niew Guinea Gulden (NNGG) sama dengan 12,43 Irian Barat Rupiah. Nama propinsi ini juga berubah menjadi Irian Barat, lalu pada tahun 1973 berubah lagi menjadi Irian Jaya dan sekarang sesuai dengan UU 21 tahun 2001 tentang Otonomi Daerah diubah menjadi 2 propinsi yaitu Propinsi Papua Barat dengan ibukota Monokwari dan Propinsi Papua dengan ibukota Jayapura.  



Harga
Harga seri ini dari waktu ke waktu mengalami kenaikan yang cukup pesat, terutama pecahan besarnya.  Mari kita lihat contoh yang diambil dari hasil lelang Java Auction sejak tahun 2006.

2006







2007


2008









2011



2012
Sebuah website di Belanda menjual uang-uang NNG secara langsung dengan harga cukup fantastis :


Perhatikan gambar di atas, adakah yang mengetahui arti dari Cat.Nr. 311 atau 312? Benar sekali kalau angka2 tersebut adalah nomor uang pecahan 25 dan 100 Gulden pada katalog, pertanyaannya katalog apa yang digunakan oleh website Belanda tersebut?


Kesimpulan :
1. Seri ini sangat sulit ditemukan dalam kondisi baik, terutama pecahan besarnya
2. Dari waktu ke waktu seri ini menjadi semakin sulit ditemukan dan bernilai tinggi, apalagi untuk pecahan besarnya.
3. Saran untuk mengumpulkan: Pecahan kecil boleh dalam bentuk issued, tetapi pecahan besar (25, 100 dan 500 Gulden) mengingat tingkat kesulitan dan harga yang sangat tinggi maka ada baiknya memilih bentuk SPECIMEN. Atau boleh juga dalam bentuk SPECIMEN semuanya.
4. Tingkat kesulitan :
Pecahan 500 Gulden issued merupakan kunci dari pecahan ini. Sangat langka dan dalam waktu 10 tahun terakhir hanya sekali muncul di lelang internasional. Harganyapun luar biasa tinggi, berkali-kali lipat di atas harga wayang 100 Gulden.
Pecahan 100 Gulden dan 25 Gulden issued juga sangat sulit ditemukan, harga bisa dilihat di atas berkisar di beberapa juta sampai dengan beberapa puluh juta Rupiah.
Pecahan 10 dan 5 Gulden issued cukup sering ditemukan dan bernilai tidak terlalu tinggi kecuali untuk kondisi prima. Terakhir dan termudah ditemukan adalah pecahan 1 dan 2 1/2 Gulden issued.
Variasi SPECIMEN untuk pecahan besar (25, 100 dan 500 Gulden) bernilai lebih murah dibandingkan versi beredarnya sehingga bisa merupakan pilihan alternatif. 




Jakarta 15 April 2012
Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pak Rizal S. Tanpa sumbangsih beliau artikel ini tidak akan terwujud. 

Sumber :
1. KUKI
2. Pick
3. Wikipedia
4. Katalog lelang Java Auction
5. Website lelang LKCA
6. Koleksi teman-teman para kolektor  
Kritik dan saran hubungi arifindr@gmail.com