Tuesday, August 22, 2023

2016 Seri Pahlawan NKRI

 Pada 19 Desember 2016, Bank Indonesia menerbitkan secara serentak 11 nominal uang baru yang terdiri dari 4 uang logam dan 7 uang kertas bergambar pahlawan nasional, berikut adalah daftarnya :


1. Gambar Pahlawan Nasional Dr. (H.C.) Ir. Soekarno dan Dr. (H.C.) Drs. Mohammad Hatta sebagai gambar utama pada bagian depan Rupiah kertas NKRI dengan pecahan Rp 100.000,00 (seratus ribu rupiah)




2. Gambar Pahlawan Nasional Ir. H. Djuanda Kartawidjaja sebagai gambar pada bagian depan Rupiah kertas NKRI dengan pecahan Rp50.000,00 (lima puluh ribu rupiah);


3. Gambar Pahlawan Nasional Dr. G.S.S.J. Ratulangi sebagai gambar pada bagian depan Rupiah kertas NKRI dengan pecahan Rp20.000,00 (dua puluh ribu rupiah);


4. Gambar Pahlawan Nasional Frans Kaisiepo sebagai gambar pada bagian depan Rupiah kertas NKRI dengan pecahan Rp10.000,00 (sepuluh ribu rupiah);



5. Gambar Pahlawan Nasional Dr. K.H. Idham Chalid sebagai gambar pada bagian depan Rupiah kertas NKRI dengan pecahan Rp5.000,00 (lima ribu rupiah)



6. Gambar Pahlawan Nasional Mohammad Hoesni Thamrin sebagai gambar pada bagian depan Rupiah kertas NKRI dengan pecahan Rp2.000,00 (dua ribu rupiah);



7. Gambar Pahlawan Nasional Tjut Meutia sebagai gambar pada bagian depan Rupiah kertas NKRI dengan pecahan Rp1.000,00 (seribu rupiah);




Thursday, August 10, 2023

Nasib Kolektor Uang Kuno di Masa Depan

Uang sebagai alat pembayaran yang selama ini telah kita pakai, di masa depan akan mengalami banyak perubahan. Uang yang saat ini berupa fisik secara perlahan dan pasti akan digantikan dengan non fisik berupa digital. Pemerintah pun mendorong percepatan perpindahannya karena amat sangat membantu dan menghemat biaya. Bayangkan berapa banyak biaya yang dibutuhkan untuk merancang, membuat, mencetak, menyalurkan, mensosialisasi, mengawasi sampai menarik dan memusnahkan uang yang berupa fisik. Nilainya menurut Merdeka.com di tahun 2012 mencapai 160 triliun per tahun dengan kenaikan 10% per tahun. Luar biasa bukan.

Bandingkan dengan uang digital yang tidak perlu dicetak sehingga amat sangat mengurangi biaya. Untuk saat ini saja dari gaji yang kita terima dalam bentuk transfer antar bank, lalu kita belanjakan juga dalam bentuk transfer menggunakan berbagai platfom yang ada seperti Qris, Gopay, Dana, Ovo dsb. sehingga kita tidak memerlukan lagi uang dalam bentuk fisik sebanyak waktu2 sebelumnya. Apalagi kalau semua pedagang kecil/kaki lima/UMKM sudah bisa menerima pembayaran digital, maka praktis uang dalam bentuk fisik tidak akan diperlukan lagi. Beban negara untuk mencetak uang menjadi banyak berkurang.

Dengan demikian uang dalam bentuk fisik secara pelan dan pasti akan musnah digantikan dengan uang digital yang tidak berwujud. Lalu bagaimana dengan nasib para kolektor uang kuno?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut mari kita lihat nasib  yang dialami para kolektor kartu telepon dan perangko.

Banyak dari kita di era tahun 1990an yang menggunakan kartu telepon, waktu itu telepon genggam belum ada sehingga kita menggunakan telpon umum sebagai sarana komunikasi. Beberapa telepon umum tidak menggunakan coin tetapi kartu telepon.

Deretan telepon umum kartu

Untuk itu dicetak beragam kartu telepon dengan beragam gambar dan nominal. Setiap kali dipakai saldo akan berkurang dan bila telah habis tidak dapat diisi kembali. Terdapat banyak sekali jenis kartu telepon, ada yang dicetak banyak/masal tetapi ada juga yang sangat langka. Terutama yang bernominal besar atau yang diterbitkan dalam peristiwa tertentu.

Kartu telepon yang diedarkan oleh salah
satu partai peserta pemilu th 1992


Contoh beberapa kartu telepon lainnya

Kartu telepon bukan hanya dipakai di Indonesia saja, tetapi negara-negara lain seperti Singapura, China, Arab, Amerika Serikat, Rusia  dan ratusan negara lainnya dari seluruh dunia ikut mencetak kartu telepon.  Banyak perusahaan besar seperti hotel, bank, restoran bahkan outlet setaraf Dunkin Donuts pun ikut2an mencetaknya,

Kartu telpon Hotel Ciputra dan kartu telpon Dunkin Donuts


Beberapa dirancang dengan sangat indah sehingga menimbulkan rasa sayang kalau dibuang. Sehingga mulailah bermunculan kolektor2 kartu telepon.
 

Set kartu telepon kesenian dari China

Sepasang kartu telepon bergambar beruang kutub yang berpelukan


Booming kolektor kartu telepon bermunculan di seluruh dunia. Mereka saling berburu berbagai kartu telepon langka mancanegara, bahkan yang bekas pun tetap dicari. Komunitas kolektor pun bermunculan. Ada yang mengumpulkan  ribuan bahkan sampai ratusan ribu jenis kartu. Ada yang berdasarkan nama negara, ada yang berdasarkan seri, tema gambar, nominal dsb. Harga kartu telepon pun melonjak drastis, bisa berkali kali lipat nominalnya. 

Di tengah-tengah masa kejayaannya yang belum terlalu lama, tiba-tiba muncul telepon genggam. Satu persatu pengguna telepon umum menghilang digantikan telepon genggam, kejayaan telepon umum pun perlahan sirna menuju kemusnahan total. Sebagimana teleponnya, nasib kartu telepon pun sama, hilang ditelan kemajuan jaman. Kolektornyapun hilang satu persatu, Harga kartu telepon pun menurun drastis sampai saat ini menjadi tidak ada harganya sama sekali. Sekarang kolektor yang tersisa hanya hitungan jari saja. Dapat diperkirakan kedepannya mereka akan musnah semua. Tidak ada penerus karena tidak ada generasi muda yang mengetahui dan mengenal akan telepon umum kartu. Saat ini jangankan kartunya,  pesawat teleponnya saja sudah tidak ada. Kabar terakhir telpon umum kartu di Jakarta hanya tersisa 2 buah saja, itupun hanya sebagai hiasan, tidak bisa digunakan lagi.

Nasib yang hampir mirip juga dialami oleh kolektor perangko. Dengan kemajuan jaman, perangko yang sudah dikenal selama ratusan tahun hilang dalam sekejab digantikan aplikasi sosmed seperti Whatsapp, Instagram, Facebook dll. Coba anda tanya anak2 muda era 2000an, mereka pasti sudah tidak ada lagi yang mengenal perangko, bahkan banyak yang tidak pernah melihat fisiknya lagi. Mereka tidak pernah lagi mengirim surat dengan menggunakan perangko, cukup ketik dan tekan send di Whatsapp, surat kita akan sampai dalam sekejab. Tidak perlu menunggu berminggu-minggu lagi seperti jaman sebelumnya Kata orang, kalau lihat saja belum pernah bagaimana bisa sayang? Jangankan mengoleksinya melihat dan memakainya saja gak pernah.
Karena tidak ada penerusnya, maka kolektor yang ada sekarang akan makin berkurang sehingga dapat dipastikan dalam beberapa puluh tahun kedepan sudah tidak ada lagi yang tersisa. Perangko hanya jadi kenangan masa lalu yang tidak ada harganya dan sudah tidak dipedulikan lagi. Dan mungkin istilah filateli hanya bisa ditemukan dalam kamus saja, tidak ada pengikutnya lagi.

25 jenis perangko hanya dihargai Rp50.000 saja di online store


Sekarang kembali kepertanyaan besar kita, bagaimana dengan nasib kolektor uang kuno di masa depan? Uang tentu agak berbeda bila dibanding dengan kartu telpon ataupun perangko, uang adalah benda yang memiliki nilai khusus dan sangat melekat dengan kehidupan manusia. Manusia bisa hidup tanpa kartu telepon ataupun perangko, tetapi tidak bisa hidup tanpa uang. Jadi walaupun uang secara fisik sudah berubah bentuk menjadi digital tetapi keterikatan yang erat tidak mudah untuk dilupakan, setidaknya untuk beberapa puluh tahun kedepan. Jadi untuk teman-teman para kolektor, jangan terlalu pesimis akan masa depan. Perubahan uang fisik menjadi digital selain masih membutuhkan waktu yang cukup lama juga tidak gampang dilupakan sebagaimana kartu telepon dan perangko. Untuk itu sudah menjadi kewajiban kita untuk membina para pemula agar mencintai uang kuno sehingga ada penerusnya dan ikut melestarikannya, jangan meremehkan mereka, apalagi menipunya. Jangan kolektor uang kuno bernasib sama seperti kolektor kartu telepon ataupun perangko yang tamat ceritanya hanya dalam waktu singkat. 

Bravo numismatik, semoga panjang usia dan selalu dikenang sampai selama-lamanya.
Kritik dan saran hubungi arifindr@gmail.com atau 08159988188



  

Thursday, July 27, 2023

Nilai Uang Di Tahun 1967

 Saya menemukan selembar kuitansi pembelian motor dari tumpukan arsip usang.


Kuitansi tersebut berkaitan dengan transaksi pembelian satu unit motor Honda type C 110 49cc bekas (tahun perakitan 1964) senilai 28.000 Rupiah pada tanggal 3 Pebruari 1967. Kita lihat yuk seperti apa bentuk motornya:




Honda C 110, tahun perakitan: 1960-1966
kapasitas mesin: 49 cc ohv
diameter*langkah: 40 mm*39 mm
rasio kompresi: 9,5:1
maksimum power: 5 bhp @ 9500 rpm
transmisi: 3 & 4 percepatan
jarak sumbu roda: 1.150 mm
panjang: 1.800 mm
lebar: 560 mm
berat kosong: 66 kg
kapasitas tangki 7 liter


Motor berusia 3 tahun tersebut dibeli seharga 28.000 Rupiah pada tanggal 3 Pebruari 1967.
Menurut data BI, pada saat tersebut uang yang masih beredar adalah seri bunga 1959 (mulai ditarik 31 Desember 1966) karena pecahan 500 dan 1000 Rupiah seri Sukarno 1960 baru diedarkan pada tanggal 20 Pebruari 1967. 


28 lembar Rp1000 (1959) bernilai satu buah sepeda motor Honda C110 berusia 3 tahun
Kalau kita konversikan kemasa sekarang, sebuah sepeda motor bekas yang berusia 3 tahun dengan kondisi dan jenis yang standard, diasumsikan bernilai sekitar 8-10 juta Rupiah.
Maka selembar uang 1000 Rupiah tersebut bernilai sekitar 300.000 Rupiah



KESIMPULAN :
Pada masanya pecahan tertinggi seri bunga ternyata memiliki nilai yang cukup besar, yaitu sekitar 3 kali lipat pecahan tertinggi seri Pahlawan 2014. Jadi kalau saat ini uang tersebut dijual dikisaran harga 300.000 Rupiah (untuk kondisi UNC) maka tidak ada penambahan nilai sama sekali alias impas. Suatu bukti kalau menyimpan uang sejak uang tersebut diedarkan sampai dinyatakan tidak berlaku lagi tidaklah menguntungkan. Apalagi kalau uang yang disimpan tidak berkondisi UNC.


28 lembar 1000 Rupiah seri bunga (kondisi VF) di tahun 1967 
bisa digunakan untuk membeli sebuah motor bekas berusia 3 tahun
28 lembar 1000 Rupiah seri bunga (kondisi VF) di tahun 2014 
hanya bisa digunakan untuk membeli knalpot bekas saja




Ada teman yang mau memberikan komentar, kritik atau saran?

Penipuan Wayang 1000 Lagi

 Saya mendapatkan SMS :



13 Oktober 2014
Pak dr.Arifin yang baik. Saya punya UANG WAYANG GULDEN PECAHAN 1000, kondisi mulus lengkap dengan box dan serifikat... jumlahnya ada 5 lak (500 lbr) berseri... jika ada peminat serius hubungi saya di nomor 08124118***  tanpa perantara. Hanya untuk pembeli serius yang punya bank account jelas... bukan makelar dan pembual. . . 
Thanks before.

14 Oktober 2014
Selamat malam
Terima kasih atas penawarannya. Sebelum kita melangkah lebih lanjut, bisakah anda menginformasikan lebih detail lagi ttg barang tsb. Misalnya no serinya apa saja, tanggal yang tertera di uang tsb apa saja dan sertifikatnya spt apa (tulisannya bahasa apa dan tgl berapa). Lebih bagus lagi kalau ada gambarnya. Dan terakhir lokasi anda didaerah mana.
Terima kasih
Arifin.

14 Oktober 2014
Alamat saya Perum Griya Sesetan Indah Jln. Palapa ** blok * . No. **  Denpasar Selatan. Hp 08124118*** sebaiknya komunikasi by phone biar praktis. Tks.





Bisa anda bayangkan 500 lembar wayang 1000 Gulden, lengkap dengan box dan sertifikat.
Luar biasa bukan?
Saya tunggu komentar teman-teman semua


Istilah Dalam Error Notes

 Kali ini kita coba pelajari berbagai istilah misprint dan miscut yang terdapat pada uang kertas

Materi diambil dari lelang Stacks Bowers 2014 Baltimore Auction

Inverted back
Sisi belakang tercetak terbalik

Inverted Over Print
Sebagian cetakan (no seri dan seal) tercetak terbalik

Overprint on Back
Sebagian cetakan depan tercetak di sisi belakang

Inverted Over Print and Misalignment
Sebagian cetakan terbalik serta misalignment 

Misalignment
(salah posisi potong?)

Offset Printing Error (full back to front offset error)
Seluruh sisi belakang tercetak di sisi depan

Full Face to Back Offset
Seluruh sisi depan tercetak di belakang

Partial Face to Back Offset
Sebagian sisi depan tercetak di belakang

Partial Back to Face Offset
Sebagian sisi belakang tercetak di sisi depan

Mismatched Serial Number
Nomor seri yang tidak sesuai

Turn Digit
Nomor seri tidak tercetak sempurna

 Insufficient Inking on Face
Tinta habis?

Insufficient Inking on Back

Ink Smears
Noda atau lumuran tinta (lebih mudah kalau kita sebut tinta yang bleberan)


Missing Print


Printing Error
Right serial number and treasury seal missing.


Board Breaks
An appealing consecutive run of error notes that show with each exhibiting a progressively more 
severe board break error
Master cetakannya atau mungkin mesinnya rusak



Gutter Fold



Gutter Fold
Lipatan memanjang menyerupai parit (gutter = parit atau got)



Large Gutter Fold



Pre-Face Print Foldover




Pre-Face Print Foldover + Cutting error


 
Pre-back Print Foldover

Printed Foldover
This dramatic error note shows with a large printed fold over at right. The note went through the first and second printing fine and then was folded, received the third print and then was unfolded prior to the cutting process. Adjacent note below's serial number is barely visible on what is the notes back right margin.

Fold over

Fold Over


Cutting Error with BEP (Bureau of Engraving and Printing) Rejection Stickers
Rupanya disana kalau reject ditempelin stiker



Begitu banyak tipe uang error.
Demikian juga dengan istilahnya, bukan cuma misprint dan miscut saja.
Bagaimana dengan istilah dalam bahasa Indonesianya?
Ada yang bisa membantu?