Monday, April 21, 2014

58. Bentuk-bentuk Uang Kertas

Pembagian Uang

(1) Menurut Jenisnya :
  • Uang kartal
Uang kartal adalah uang yang digunakan sebagai alat pembayaran dalam kehidupan sehari-hari. Uang kartal berupa uang logam dan uang kertas, mata uang negara kita adalah Rupiah, uang pertama yang dibuat oleh Indonesia adalah Oeang Republik Indonesia. Lembaga yang bertugas dan mengawasi peredaran uang adalah Bank Indonesia, sedangkan perusahaan yang mencetak uang Rupiah adalah Perum Peruri (Percetakan Uang Republik Indonesia). 

Contoh uang kartal 

  • Uang Giral
Uang giral adalah surat berharga yang dapat diuangkan di bank atau di kantor pos. Contoh uang giral, cek, giro pos, wesel dan surat berharga. Uang giral biasanya digunakan untuk transaksi dengan nilai uang yang sangat besar.

Contoh uang giral


(2) Menurut bahannya :
Logam
- Kertas termasuk di dalamnya polymer atau jenis yang terbaru yaitu hybrid


(3) Menurut nilainya :

- Uang penuh, yaitu apabila nilai uang sama dengan bahan uang tersebut, misalnya uang terbuat dari logam perak atau emas

- Uang tidak penuh apabila nilai uang lebih rendah dari harga bahan uang tersebut, misalnya uang kertas nominal Rp. 100.000,- dibuat dengan bahan hanya seharga Rp. 7.500,-


(4) Menurut bentuknya :

- Uang logam ada yang bundar pipih ada yang segi delapan pipih, dan sebagainya.

- Uang kertas ada yang empat persegi panjang, ada yang bujur sangkar, ada yang uncut, ada yang plano.


(5) Menurut jenis cetakannya :
- Uang logam
- Uang kertas cetakan offset dan cetakan intaglio


(6) Menurut proses pembuatannya terbagi sebagai berikut :
- Artist Drawing
- Approved Proof

- Inspection Die Proof

- Master Die Proof

- Colour Proof, yang terbagi Progresive Colour Proof dan Trial Colour Proof

- Final Proof cetak coba yang sama dengan yang diedarkan dengan tambahan tulisan Proof atau nomor seri 000000 atau 012345-067890
- Specimen (akan dibahas dilain waktu) 

Tambahan lagi ada istilah yang disebut Presentation Print ini tidak termasuk uang (atau perangko) tetapi print untuk contoh agar masyarakat luas tahu, biasa di bagikan kepada seluruh bank untuk di pasang pada papan pengumuman.


Macam-macam jenis uang menurut proses pembuatannya

(1) Artis Drawing proof adalah gambar / lukisan atau bahkan portrait yang di rencanakan untuk dasar pembuatan design uang atau bisa juga untuk perangko.
(Karena biasanya design ini belum tentu diminta oleh pejabat yang berwenang dan kadang-kadang disimpan designernya atau pejabat yang bertugas khusus untuk itu seperti pemegang arsip atau administrator), oleh karenanya awam bisa saja memilikinya apabila mempunyai hubungan khusus dengan orang yang disebutkan di atas, walaupun kenyataannya sangat sulit sekali. Saya baru pernah melihat artis drawing satu kali saja yaitu set wayang milik pembuat website ini, sementara untuk bentuk portrait saya memiliki print engraving Ratu Wilhelmina yang dipakai untuk uang NICA tahun 1943. Pembuatnya yaitu American Bank Note Company selalu melelang arsipnya setelah berumur lewat 30 tahun.

Contoh artist drawing wayang 50 Gulden 
perhatikan tahunnya (1934) dan penandatangannya (Praasterink)
yang berbeda dengan versi edarnya (1938 dan JC Waveren)

(2) Essay Proof adalah gambar yang memenuhi nominasi namun karena alasan-alasan tertentu tidak jadi diterbitkan. Contohnya ORI 600 yang pada saat mau di cetak tetapi bentuk negara berubah dari Negara Kesatuan menjadi Negara Federasi (RIS) pada tahun 1949.
Contoh lain adalah seri bunga tahun 1959 nominal Rp. 2.500,-  pertimbangannya mungkin nominal yang terlalu besar bisa berakibat inflasi, ingat pada waktu itu di Indonesia terjadi inflasi besar-besaran sehingga mata uang pendahulunya yaitu seri hewan tahun 1957 terkena Gunting Sjafruddin dimana uang macan nominal Rp. 500,- dan uang gajah Rp. 1.000,- dipotong nilainya (sanering) menjadi tinggal 50% nya saja, dengan adanya uang komodo dengan nilai Rp. 2.500,- yang sudah diedarkan mulai 1 September 1962 sd 13 Desember 1965 (seri bunga diedarkan 10 Mei 1960 sd 31 Desember 1966) dianggap sudah mencukupi, sementara gambar banteng nominal Rp. 5.000,- batal terbit dan dimusnahkan. Seri bunga tahun 1959 nominal Rp. 2.500,- tidak jadi diterbitkan. Padahal uang ini telah selesai dicetak dalam beberapa jenis bentuk proof.

Bunga Rp.2500 proof yang di lelang di Java Auction beberapa tahun yal


Ada perbedaan yang mendasar antara seri binatang bergambar banteng nominal Rp. 5.000,- dan seri bunga nominal Rp. 2.500,- :

Pada seri bunga Rp. 2.500,- karena batal terbit maka dianggap kelompok Essay Poof sementara pada Banteng Rp. 5.000,-  sudah selesai dicetak dan siap diedarkan dan tersedia dalam bentuk SPECIMEN tetapi batal sehingga tidak  bisa digolongkan dalam kelompok Essay Proof. 


Rusa dan badak yang terbit terlebih dahulu sempat beredar beberapa hari sementara komodo nominal Rp. 2.500,- dan banteng Rp. 5.000,- yang akan terbit belakangan hanya diedarkan komodonya saja, kekacauan moneter akibat beredarnya komodo Rp. 2.500,- inilah yang menyebabkan batal terbitnya seri bunga nominal Rp. 2,500,- apalagi banteng yang nilai nominalnya jauh lebih besar. Karena itu tidak heran komodo Rp.2.500,- hanya beredar kurang lebih selama 3 tahun saja. 


Sementara itu ada banyak jenis-jenis uang lain yang gambarnya tidak masuk nominasi, jenis ini cukup disebut Essay saja atau Art-work atau lengkapnya Essay Rejected Design. 


(3) Approved Proof adalah proof yang disetujui untuk diterbitkan bisa dalam nominal yang sama bisa dalam nominal yang berbeda, contohnya
- Diponegoro Rp.1.000 tahun 1971 walaupun tidak jadi terbit, tetapi pada tahun 1975 gambarnya keluar.  Pada Diponegoro 1971 jelas sekali pada mata uangnya diketik Approved Proof.

Approved Proof pada seri Diponegoro 1000 Rupiah

- Soekarno tahun 1960 nominal Rp. 2.500,- dan Rp. 5.000,- walaupun tidak terbit tetapi gambarnya di pakai untuk nominal pecahan lain yang lebih kecil.

- Soekarno tahun 1960 nominal Rp. 500,- warna merah, tetapi terbit  dengan warna abu-abu kehitaman (dark grey) sementara warna merah dipakai untuk nominal Rp. 100,-

Soekarno Rp.500 (1960) yang berbeda warna dengan versi beredar

Mulai Approved Proof inilah sebagian besar kolektor baru menganggapnya bagian dari Numismatik.


(4) Inspection Die Proof adalah cetak coba terakhir sebelum pembuatan master biasanya berwarna hitam, sepia atau hijau. Pada Inpection Die Proof akan dikenali detail kekurangan-kekurangan yang harus direvisi tetapi biasanya dibiarkan untuk mendeteksi kalau ada pemalsuan uang (koreksi keterangan artikel di web ini pada Inspection Die Proof bukan sengaja dibuat tetapi sengaja dibiarkan)


(5) Master Die Proof adalah cetak coba yang dibuat sebagai Master dan inilah yang disimpan sebagai arsip (Approved Proof dan Inspection Die Proof hanya berfungsi kelengkapan arsip) dan Master Die Proof adalah dokumen negara yang tidak seorangpun boleh menyimpannya oleh karena itu tidak mungkin mendapat contoh Master Die Proof kecuali mendapat pinjaman dari negara.


(6) Colour Die Proof, yang terbagi atas :
- Progresive Colour Proof selain contoh Munbilyet 1920 1/2 gulden yang lebih jelas lagi kebetulan saya memilikinya adalah Kartini 1985 nominal Rp. 10.000,- karena kalau pada Munbilyet hanya ada 5 gambar, pada Kartini th 1985 saya memiliki sampai 15 gambar secara bertahap.



- Trial Colour Proof cetak coba bermacam-macam warna, memang untuk contoh yang paling baik adalah Munbilyet 1940 nominal 2 1/2 gulden yang terdapat berbagai macam contoh variasi warna. Uang Macan dengan warna belakang berbeda  juga tergolong Trial Colour Proof. Saya juga pernah melihat variasi warna pada seri wayang pecahan 50 Gulden, terdapat sekitar 10 jenis variasi dengan warna yang berbeda. 


(7) Final Proof adalah cetak coba yang sama dengan gambar yang beredarnya,
perbedaannya adalah :
- Bisa belum di beri nomor seri (kosong)
- Bisa diberi tambahan tulisan proof dan nomor seri 000000 atau 012345-067890

Macan Rp.500 proof
Tidak ada perbedaan dengan bentuk beredar kecuali tulisan PROOF 
dan nomor seri 0000


Masih terdapat bentuk uang kertas lainnya lagi seperti SPECIMEN yang akan dibahas dilain kesempatan. 


Budi Rachmanto
Slawi - Jawa Tengah






No comments: